Jumat, 29 November 2013

Sunnah Nabi Ketika Hujan Turun

Oleh: Abu Musa al Atsari hafizhahullah

Sebagaimana telah kita ketahui bersama bahwa agama Islam telah sempurna. Sehingga tidak sedikitpun agama ini membutuhkan pengurangan atau penambahan. Pelajaran-pelajaran agama telah sempurna dan sunnah-sunnah beliau telah lengkap, dan di antara pelajaran agama yang telah di ajarkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam jelaskan kepada umat Islam adalah sunnah beliau ketika turun hujan. Ada beberapa sunnah yang Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam contohkan tatkala itu, berikut di antaranya:


Pertama: Berdoa Ketika Hujan Turun

Berdoa ketika hujan turun adalah sunnah mulia Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam. Hal ini sebagaimana yang ditunjukkan oleh hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha berikut:
Dari Aisyah bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dahulu apabila melihat hujan beliau berdoa: “Allahuma shoyyaban naa fi’aa (Ya Allah, jadikanlah (hujan ini)  hujan yang bermanfaat)” [HR.Bukhari]


Ibnu Hajar al Asqolani rahimahullah menjelaskan, bahwa doa tersebut dianjurkan (untuk dibaca) setelah hujan turun demi mendapatkan kebaikan dan keberkahan yang lebih. [Fath al-Bari, Jilid 2, hal.659]

Sedangkan Imam an Nawawi menerangkan bahwa hal itu dilakukan ketika mulai turun hujan, sebagaimana yang akan kita bawakan pada poin kedua.


Kedua: Membiarkan Sebagian Anggota Badan Diguyur Air Hujan

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata: “Kami pernah kehujanan ketika bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Lalu beliau menyingkap bajunya hingga beliau terguyur air hujan. Maka itu kami bertanya: “Ya Rasulullah, mengapa engkau lakukan hal demikian? Beliau menjawab: “Karena hujan itu baru mengenali Rabb-nya ta’ala. [HR.Ahmad, jilid 3, hal.133 dan 267, al Bukhari dalam kitab al Adab al Mufrad, no.571, Muslim, no.898, Abu Dawud, no.5100, an Nasa’I di as Sunan al Kubra, no.1849]

Imam an Nawawi rahimahulla berkata ketika menjelaskan hadits ini: “Hadits tersebut mengandung dalil bagi pendapat para sahabat kami, bahwasanya dianjurkan ketika mulai turun hujan untuk menyingkap anggota badan –yang bukan aurat- agar terkena air hujan, dan mereka berdalil dengan hadits di atas.” [Syarh Shahih Muslim, Jilid 3, Hal.464, Syarh Shahih al Adab al Mufrad, karya Syaikh Husain al ‘Awaisyah, Jilid 2, hal.214]

Syaikh Bin Baz rahimahullah pernah berkata: “Yang demikian menunjukkan akan dianjurkan bagi seseorang untuk membuka sebagian pakaiannya, seperti kedua lengannya atau kepalanya agar terguyur air hujan, sebagaimana yang pernah di lakukan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam. Maka itu disyariatkan bagi seorang muslim untuk melepas sorbannya –contohnya- dari kepalam atau ujung bajunya dari lengan atas atau lengan bawah agar terkena air hujan, atau juga (menyingkap) betisnya, dan anggota tubuh lain yang boleh untuk dibuka dihadapan manusia seperti kaki, betis, kepala, tangan, dan lain-lain.” [Majmu’ Fatawa Ibn Baz, jilid 13, hal.64]

Note :
Diringkas dari kitab al Washiyyah bi Ba’dhi as-Sunan Syibh al Mansiyyah, karya Haifa’ Binti Abdullah ar Rasyid, hal.274-275, cetakan Maktabah al Malik Fahd al Wathaniyyah dengan beberapa tambahan

Sumber:

Diketik ulang dari Majalah Adz Dzakhiirah al Islamiyyah Vol.7 No.10 Edisi 52 – 1430/2009 Hal.45-46
Dipublikasikan kembali oleh : Al Qiyamah – Moslem Weblog

http://alqiyamah.wordpress.com/2009/10/30/ketika-hujan-turun/